TIGAPANAH,Wartaharian.com— Kreativitas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Kelompok Desa Bunuraya, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi bahan lokal.
Salah satunya melalui sosialisasi dan praktik pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar wortel yang digelar di Jambur Besar Desa Bunuraya, Selasa (18/8/2026) lalu
Kegiatan tersebut diikuti warga Desa Bunuraya, termasuk anak-anak sekolah serta para pemuda dan pemudi. Peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga praktik pembuatan sabun cuci piring.
Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan kembali oleh Rati Nabila, mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi UINSU yang saat itu mengikuti program KKN di Desa Bunuraya, kepada awak media pada Kamis (1/10/2026).
Menurut Rati, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat melalui pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan tersebut, kami ingin memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat bahwa bahan yang ada di sekitar kita juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna,” ungkap Rati kepada awak Media.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi mengenai bahan dan tahapan pembuatan sabun cuci piring. Setelah itu, mahasiswa KKN memberikan contoh secara langsung sehingga peserta dapat mengikuti proses pembuatannya.
Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendorong kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu melihat potensi bahan lokal dari sisi yang lebih produktif.
Rati menjelaskan, pemilihan wortel sebagai salah satu bahan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperkenalkan alternatif pemanfaatan komoditas yang mudah dijumpai di masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Warga dan para pemuda tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga turut terlibat dalam praktik pembuatan sabun.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang bisa dikembangkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai ide usaha kreatif apabila dikembangkan lebih lanjut.
Bagi mahasiswa KKN UINSU, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan menggabungkan pengetahuan akademik, kreativitas, serta kebutuhan nyata warga Desa Bunuraya.
Melalui program sederhana namun aplikatif tersebut, mahasiswa berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan potensi lokal secara kreatif, meningkatkan keterampilan, serta membuka peluang kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.@Hafif



















