JAKARTA,WH — Setelah melalui proses yang cukup panjang dan penuh ketidakpastian, jenazah Almarhum Rian Ponglaba akhirnya tiba di Indonesia pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, dari Gabon, Afrika Tengah.
Keluarga menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih yang mendalam kepada Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum IKaT Nusantara, yang telah membantu dan mengawal proses pemulangan jenazah hingga akhirnya dapat kembali ke Tanah Air dan selanjutnya dibawa pulang ke kampung halaman di Toraja Utara.
Tega Wati Rantela’bi, mewakili keluarga, mengatakan bahwa sebelum mendapat bantuan, keluarga sempat berada dalam kondisi kebingungan dan hampir putus asa. Proses pemulangan telah berjalan beberapa minggu, sementara jenazah Almarhum masih berada di ruang pendingin rumah sakit di Gabon.
“Kami keluarga sudah tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa. Rasanya seperti dipingpong, sementara saudara kami sudah beberapa minggu masih berada di ruang pendingin rumah sakit di Gabon. Keluarga yang berada di sana kemudian menelepon kami di Jakarta dan menanyakan apakah ada keluarga yang dapat membantu berkomunikasi melalui Kementerian Luar Negeri,” ungkap Tega Wati Rantela’bi yang saat ini berada di Toraja menunggu kedatangan jenazah.
Dalam situasi tersebut, keluarga kemudian teringat kepada Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, yang sebelumnya juga pernah membantu proses pemulangan tiga warga/keluarga dari luar negeri, masing-masing dari Jerman, Australia, dan Taiwan.
“Saya kemudian teringat saudara kami, Pak Frederik. Saya langsung menghubungi beliau. Beliau segera merespons dan meminta data lengkap Almarhum. Keesokan harinya kami sudah mendapatkan informasi dan kepastian mengenai proses pemulangan, termasuk data dan koordinasi dari Kementerian Luar Negeri melalui Ibu Heni Hamidah, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia,” lanjutnya.
Bagi keluarga, respons cepat tersebut memberikan harapan baru setelah selama beberapa minggu mereka berada dalam ketidakpastian. Koordinasi yang dilakukan akhirnya membuka jalan bagi proses pemulangan jenazah Almarhum Rian Ponglaba dari Gabon hingga tiba di Indonesia.
Menanggapi ucapan terima kasih dari keluarga, Frederik Kalalembang mengatakan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan semangat persaudaraan sebagai sesama orang Toraja.
“Toraja adalah rumah besar kita, Sangtorayaan. Kita wajib saling membantu, apalagi saudara-saudara kita yang berada di rantau dan sedang mengalami kesulitan. Saya hanya membutuhkan data yang jelas dan lengkap agar kita dapat membantu dan berkoordinasi dengan pihak terkait secara tepat sehingga tidak terjadi kesalahan,” demikian disampaikan Frederik Kalalembang.
Menurutnya, semangat Sangtorayaan seharusnya tidak dibatasi oleh tempat tinggal, daerah, maupun negara. Di mana pun masyarakat Toraja berada, rasa kekeluargaan dan kepedulian harus tetap hidup, terutama ketika ada saudara yang mengalami musibah dan membutuhkan pertolongan.
Sebagai Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum IKaT Nusantara, Frederik Kalalembang menegaskan bahwa jaringan dan komunikasi harus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun setiap upaya bantuan harus didukung oleh informasi dan data yang benar agar koordinasi dengan kementerian, kedutaan, maupun pihak terkait dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Sementara itu, Ibu Ata Mangiwa, yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk menjemput peti jenazah, menjelaskan bahwa perjalanan Almarhum masih akan dilanjutkan menuju Sulawesi Selatan.
Rencananya, jenazah akan diberangkatkan menuju Makassar pada Senin subuh, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah tiba di Makassar, perjalanan akan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan kendaraan ambulans menuju Toraja Utara.
Jenazah selanjutnya direncanakan disemayamkan di To’Barana, Sa’dan, Toraja Utara, di tengah keluarga dan sanak saudara yang telah menantikan kepulangannya.
Di tengah suasana duka, keluarga menyampaikan bahwa kepulangan Almarhum ke kampung halaman menjadi penghiburan tersendiri. Setelah perjalanan panjang dari Gabon, keluarga akhirnya dapat menerima dan menghantarkan Almarhum ke tempat peristirahatan terakhir dengan layak.
“Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Frederik Kalalembang serta seluruh pihak, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia, yang telah membantu sehingga saudara kami akhirnya dapat kembali ke Indonesia dan pulang ke kampung halaman. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kedukaan dan keputusasaan yang sempat kami alami,” ungkap keluarga.
Bagi keluarga, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan administrasi pemulangan jenazah, tetapi merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan dan persaudaraan yang akan selalu mereka kenang.
Toraja adalah rumah besar Sangtorayaan. Di mana pun berada, persaudaraan tidak boleh terputus oleh jarak. Ketika seorang saudara mengalami kesulitan, kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan untuk saling menolong, Ucap Frederik ( Amo$ )



















