Rabu, 15 Juli 2026

Bupati Aceh Tamiang Dorong Ulama Muda Berdakwah di Ruang Digital, Edukasi Etika Bermedsos dan Pulihkan Mental Warga Pascabencana

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

ACEH TAMIANG,WH – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., mengajak para calon ulama muda untuk memperluas dakwah hingga ke ruang digital. Menurutnya, kehadiran ulama di media sosial sangat dibutuhkan untuk membangun budaya bermedia yang santun sekaligus membantu pemulihan mental masyarakat pascabencana.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Armia saat membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XIII di Aula Ma’had Aly, Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa 30 peserta PKU yang mengikuti pendidikan ini akan mengemban peran strategis sebagai pembimbing umat di tengah masyarakat. Karena itu, selain memperkuat pemahaman keagamaan, mereka juga diharapkan mampu menjadi pelopor literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Saya berpesan kepada 30 calon ulama muda yang nantinya akan turun ke lapangan. Saat berdakwah nanti, tolong selipkan edukasi tentang cara bermedia sosial yang baik dan sopan, dengan tetap menyisipkan dasar-dasar nilai keagamaan,” ujar Armia.

Baca Juga:  Pusdik Brimob Gelar Aksi Bersih Pantai Pasir Putih Situbondo, Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI

Menurutnya, masyarakat Aceh Tamiang sejak dahulu dikenal menjunjung tinggi adat dan budaya sopan santun. Nilai-nilai tersebut perlu terus digaungkan, termasuk melalui media sosial yang kini telah menjadi ruang interaksi utama masyarakat.

Bupati Armia menilai dakwah di era digital tidak lagi cukup dilakukan hanya di masjid atau musala. Kehadiran ulama di platform digital menjadi bagian penting dalam membimbing masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi, menjaga etika berkomunikasi, serta memperkuat persaudaraan di tengah derasnya arus informasi.

Selain mengedukasi masyarakat mengenai etika bermedia sosial, Bupati juga mengajak para kader ulama untuk mengambil peran dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana yang beberapa waktu lalu melanda Aceh Tamiang.

Baca Juga:  Pertamina EP Pangkalan Susu Field Lakukan Pengeboran Sumur Baru Diawal Tahun 2026 

Ia berharap para ulama muda dapat hadir memberikan motivasi, menumbuhkan optimisme, serta menguatkan mental dan spiritual warga agar mampu bangkit dari dampak bencana.

“Sampaikan juga pesan kepada masyarakat untuk tetap bersabar dan terus berdoa agar kita semua bisa segera pulih dari dampak bencana alam ini,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tamiang, Syahrizal Darwis, menegaskan bahwa program Pendidikan Kader Ulama merupakan bagian penting dari upaya mencetak ulama yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, kualitas seorang ulama tidak dapat dibentuk secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Untuk melahirkan ulama yang berkualitas, tentu dibutuhkan wadah pengkaderan yang baik. Salah satu upaya nyata yang kami lakukan adalah melalui program PKU ini,” kata Syahrizal.

Baca Juga:  Pertamina EP Rantau Field Beserta Masyarakat Desa Paya Meta Membersihkan Saluran Irigasi.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan sejumlah pemateri berkompeten dari berbagai bidang keilmuan. Setelah menyelesaikan pendidikan, para kader diharapkan tidak berhenti pada aspek teoritis semata, tetapi segera terjun ke tengah masyarakat untuk menyebarluaskan ilmu dan nilai-nilai yang telah diperoleh.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama MPU berharap lahir generasi ulama muda yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keislaman, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu membina masyarakat di ruang digital, serta menjadi penguat moral dan spiritual dalam setiap fase kehidupan, termasuk saat menghadapi bencana.@(SIP Simanjuntak)

BERITA TERKINI