Kamis, 30 Juli 2026

Dari Kampung Biasa Jadi Kelas Dunia: Aksi Gila Pusri & Warga Sungai Buah Pukau KLHK

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

PALEMBANG,WH– Sebuah transformasi hijau luar biasa sedang berlangsung di Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Siapa sangka, kawasan yang dulunya biasa saja kini menjelma menjadi benteng pertahanan iklim yang siap menggebrak panggung nasional.Lewat tangan dingin program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pusri Palembang, kampung ini sekarang sedang dibidik langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menyabet predikat PROKLIM Utama/Lestari tingkat nasional.

Tim penilai dari pusat bahkan turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan “sihir” kolaborasi antara raksasa industri dan masyarakat lokal. Suasana verifikasi berlangsung tegang namun penuh optimisme, dihadiri langsung oleh Lurah Sungai Buah, tokoh masyarakat, hingga manajemen puncak Pusri.

Baca Juga:  Satres Narkoba Batu Bara Gerebek 2 Lokasi, Amankan Feri Fadly dan 5 Paket Sabu 

Lantas, apa yang membuat kampung ini begitu istimewa hingga bikin tim kementerian terpukau?

Rahasianya ada pada tiga jurus maut: Adaptasi ekstrem, Mitigasi cerdas, dan Penguatan kelembagaan yang solid. Warga Sungai Buah tidak lagi pasrah menghadapi perubahan iklim global.

Di sudut-sudut kampung, Anda akan menemukan sumur resapan modern, ribuan lubang biopori, hingga dinding-dinding beton yang disulap menjadi vertical garden dan kebun hidroponik yang subur.

Hebatnya lagi, sampah tak lagi menjadi musuh di sini, melainkan sumber cuan. Melalui manajemen bank sampah yang rapi, warga berhasil mengubah limbah organik menjadi kompos premium bernilai tinggi. Semua ini digerakkan oleh kader-kader lingkungan militan yang tak lelah mengedukasi warga.

Baca Juga:  Satres Narkoba Polres Palas Tangkap Pengedar Sabu Desa Bulu Sonik

VP TJSL Pusri menegaskan bahwa ini bukan sekadar program musiman, melainkan komitmen harga mati.

“Pusri hadir bukan untuk memberi ikan, tapi kailnya. Lewat PROKLIM Sungai Buah, kami menempa masyarakat agar mandiri secara ekologi dan ekonomi. Ini adalah sinergi nyata melawan krisis iklim,” ujarnya optimistis, Kamis (30/7/26).

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua Kelompok PROKLIM Sungai Buah, yang mengaku gaya hidup warganya telah berubah total berkat pendampingan Pusri.

“Kami tidak hanya menanam pohon, kami menanam masa depan,” ungkapnya bangga.

Kini, Sungai Buah bersiap mencetak sejarah baru. Pusri membuktikan bahwa industri dan alam bisa berjalan beriringan, menciptakan sebuah blueprint kampung masa depan yang lebih hijau, adaptif, dan berkelanjutan untuk Indonesia. (Suherman)

Baca Juga:  Warga Buru Babi Hutan yang Melukai Warga Kotanopan

BERITA TERKINI