TIGAPANAH | Wartaharian.com — Suasana haru, bangga, dan penuh kemeriahan mewarnai malam puncak Festival DEBURA (Desa Bunuraya) yang digelar sebagai penutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Desa Bunuraya, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan menjadi momentum perpisahan mahasiswa KKN UINSU dengan masyarakat setelah menjalankan berbagai program pengabdian di Desa Bunuraya.
Informasi mengenai kegiatan tersebut baru disampaikan kepada Wartaharian.com oleh Ketua Kelompok KKN UINSU Desa Bunuraya, Perwira Hasibuan,Kamis 1 Oktober 2026.
Malam puncak Festival DEBURA dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, warga, serta anak-anak Desa Bunuraya. Kegiatan dikemas dalam suasana penuh kebersamaan sekaligus menjadi refleksi atas berbagai program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok KKN UINSU Desa Bunuraya, Perwira Hasibuan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat serta perangkat Desa Bunuraya yang telah menerima dan mendukung keberadaan mahasiswa KKN selama menjalankan tugas.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh warga dan perangkat desa yang telah membimbing serta menerima kami seperti keluarga sendiri. Selama berada di sini, banyak sekali pelajaran hidup berharga yang kami dapatkan,” ujar Perwira Hasibuan.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Desa Bunuraya, Kaur Pembangunan Ibrahim Sembiring mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UINSU selama berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta KKN, tetapi juga membawa berbagai kegiatan positif yang dirasakan masyarakat.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UINSU ini memberikan warna dan dampak positif bagi kemajuan Desa Bunuraya. Kami atas nama perangkat desa mengucapkan terima kasih dan memohon maaf jika selama di sini terdapat kekurangan. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga,” ungkap Ibrahim Sembiring.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban program kerja mahasiswa KKN. Suasana semakin menarik ketika panitia memutar after movie atau video dokumentasi perjalanan KKN yang menampilkan berbagai aktivitas, kebersamaan, serta suka dan duka mahasiswa bersama masyarakat Desa Bunuraya.
Kemeriahan juga terlihat saat penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan anak-anak. Selain itu, warga yang hadir turut mendapatkan doorprize sebagai bagian dari rangkaian acara.
Puncak acara kemudian berlangsung dalam suasana haru. Mahasiswa KKN dan masyarakat saling berjabat tangan dan berpamitan setelah menjalani kebersamaan selama masa pengabdian. Sejumlah mahasiswa dan warga bahkan tak kuasa menahan tangis saat momen perpisahan berlangsung.
Festival DEBURA juga dinilai mencerminkan semangat pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat.
Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui ruang edukasi dan apresiasi bagi anak-anak; SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan hubungan sosial yang harmonis; serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama dan gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat.
Dengan berakhirnya Festival DEBURA, berakhir pula masa pengabdian mahasiswa KKN UINSU di Desa Bunuraya. Namun, pengalaman, kebersamaan, dan hubungan silaturahmi yang telah terjalin diharapkan tetap berlanjut serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perpisahan bukan menjadi akhir dari hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Bunuraya, melainkan menjadi awal untuk terus menjaga silaturahmi dan semangat bersama dalam mendukung pembangunan desa.@Setiawan



















