MEDAN, WH – Suasana penuh khidmat sekaligus meriah mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-272 Klenteng Kwan Te Kong yang berlangsung selama dua hari, mulai 6 hingga 7 Agustus 2026, di Kota Medan. Perayaan tersebut dipadati oleh umat Khonghucu, masyarakat sekitar, serta sejumlah tamu undangan yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan budaya tersebut.
Puncak perayaan berlangsung dengan sangat meriah. Sejak pagi, ratusan hingga ribuan masyarakat tampak memadati area klenteng untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, budaya, serta tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Ramadhana Harahap, S.Si., M.AP, Kepala Lingkungan (Kepling) VI Zulhaimi, S.HI, serta Bhabinkamtibmas Aiptu Dhani. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat kepolisian menjadi bentuk dukungan terhadap terwujudnya kerukunan umat beragama dan terciptanya situasi yang aman serta kondusif selama pelaksanaan kegiatan.
Dalam prosesi ibadah, umat Khonghucu tampak khusyuk memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Dewa Kwan Te Kong atas limpahan kesehatan, keselamatan, rezeki, serta umur panjang. Ritual pembakaran dupa dilakukan sebagai simbol penghormatan dan pengabdian, yang menjadi bagian dari tradisi keagamaan di klenteng tersebut.
Selain prosesi ibadah, panitia juga menggelar berbagai kegiatan spiritual, budaya, dan tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tionghoa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarumat beragama dan masyarakat sekitar.
Pengurus Klenteng Kwan Te Kong, Akuang, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-272 merupakan momentum untuk mengucapkan syukur atas segala berkat yang telah diterima selama ini.
“Perayaan ulang tahun ke-272 ini merupakan ungkapan puji syukur kepada Dewa Kwan Te Kong yang telah memberikan kesehatan, keselamatan, dan umur panjang kepada kami. Kami berharap perayaan ini menjadi simbol untuk semakin memperkuat tali silaturahmi antarumat beragama, meningkatkan toleransi, serta menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan saling menghormati di tengah masyarakat,” ujar Akuang.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang tampak berbaur menikmati rangkaian acara, mulai dari kegiatan ibadah hingga jamuan makan bersama yang disediakan panitia.
Perayaan HUT ke-272 Klenteng Kwan Te Kong tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Khonghucu, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya dan agama di Kota Medan dapat hidup berdampingan dalam semangat toleransi, persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.@Sri Sundari



















