Jumat, 5 Juni 2026

Peringati Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir,Komite Peralihan Aceh (KPA) Pasee Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim 

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

ACEH UTARA,Wartaharian.com-Dengan Semangat menjaga warisan sejarah dan kejayaan Islam kembali digaungkan dalam Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir yang digelar Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pasee, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang sosok Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, salah satu pemimpin besar Kesultanan Samudera Pasai yang berperan dalam mengukuhkan kerajaan Islam pertama di Nusantara sebagai pusat perdagangan, pendidikan, dan penyebaran Islam di kawasan Asia Tenggara.

Acara ini dihadiri tokoh masyarakat, ulama, anggota KPA, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat dari wilayah Pasee dan sekitarnya. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat menghormati para pendahulu dan menjaga nilai-nilai sejarah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Wakil Bupati Aceh Tamiang : Otonomi Daerah ke-30, Momentum Penting Memperkuat Komitmen Seluruh Pihak

Dalam kesempatan tersebut, Sukarna Putra dari CISAH memaparkan sejarah dan kiprah Sultan Al-Malik Azh-Zhahir. Ia menjelaskan bahwa pada masa kepemimpinannya, Samudera Pasai berkembang menjadi kerajaan yang memiliki pengaruh besar dalam jaringan perdagangan internasional sekaligus menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan dakwah Islam di Nusantara.

“Generasi hari ini harus mengenal sejarah para pendahulu. Dari merekalah kita belajar tentang kepemimpinan, peradaban, dan perjuangan membangun bangsa,” ungkapnya.

Peringatan haul yang bertepatan dengan wafatnya Sultan Al-Malik Azh-Zhahir pada 12 Dzulhijjah 726 Hijriah itu kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Tgk. Taufiq Husni dari Krueng Matee. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti para peserta yang memanjatkan doa untuk sang sultan, para ulama, serta tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun peradaban Islam di Aceh.

Baca Juga:  Wabup Aceh Tamiang Buka Konferensi PGRI ke-23, Mitra Strategis Pemerintah di Bidang Pendidikan

Tak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran santunan kepada puluhan anak yatim. Aksi sosial itu menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi yang diwariskan dalam ajaran Islam.

Rangkaian acara ditutup dengan kanduri dan makan bersama yang berlangsung penuh keakraban. Tradisi tersebut menjadi lambang persatuan, kebersamaan, serta rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang sarat makna sejarah dan keagamaan.

Melalui peringatan Haul ke-721 Sultan Al-Malik Azh-Zhahir, KPA Wilayah Pasee berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai sejarah Samudera Pasai. Sebab, kejayaan masa lalu bukan sekadar cerita, melainkan warisan berharga yang harus dijaga dan diteruskan untuk masa depan Aceh yang lebih baik.@ Kaperwil Aceh (Eko W)

Baca Juga:  Minggu Kasih Brimob Sumut, Personel Kompi 4 Yon A Pelopor Salurkan Bakti Sosial ke Panti Asuhan

BERITA TERKINI