ACEH TAMIANG, WH — Upaya memulihkan lingkungan pascabencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satunya melalui gerakan penghijauan dengan menanam 1.000 bibit bambu di bantaran Sungai Tamiang, Kampung Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat tersebut melibatkan Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, jajaran kader Partai Demokrat, kepala SKPK, Forkopimcam Karang Baru, serta masyarakat setempat.
Penanaman bambu menjadi bagian dari Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang diarahkan untuk memperkuat kembali fungsi ekologis kawasan bantaran sungai. Lokasi kegiatan sendiri merupakan salah satu kawasan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu.
Bupati Armia Pahmi mengatakan, penghijauan tersebut tidak boleh dipandang sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, bencana yang melanda Aceh Tamiang menjadi pembelajaran penting mengenai perlunya menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan terhadap ancaman bencana.
“Hari ini, kita tidak sedang sekadar berkumpul atau menanam bibit tanaman. Kita sedang menyatukan niat dan mengambil langkah nyata untuk masa depan Aceh Tamiang,” ujar Armia di hadapan peserta kegiatan.
Ia menjelaskan, bambu memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Sistem perakaran bambu yang rapat dinilai dapat membantu memperkuat struktur tanah, mengurangi erosi, serta menjadi salah satu vegetasi pendukung dalam mengendalikan abrasi di sepanjang bantaran sungai.
Selain memiliki manfaat ekologis, bambu juga dinilai mempunyai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat. Karena itu, Bupati meminta agar bibit yang telah ditanam tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi mendapat perawatan secara berkelanjutan.
“Pohon bambu bukan cuma peneduh dan penahan erosi, tetapi juga punya nilai ekonomi bagi warga setempat. Mari kita rawat pohon-pohon ini sebagaimana kita menjaga tanah kelahiran kita sendiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pemulihan lingkungan sekaligus masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, gerakan penghijauan di tingkat tapak diharapkan dapat menjadi langkah nyata untuk membangkitkan kembali kondisi ekosistem dan mendukung pemulihan perekonomian masyarakat pascabencana.
Selain penanaman 1.000 bibit bambu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih masjid serta pembagian sembako kepada masyarakat dan petugas kebersihan di wilayah setempat.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aksi satu hari, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam menjaga bantaran Sungai Tamiang. Pemeliharaan tanaman dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar penghijauan dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi dalam jangka panjang.(SIP Simanjuntak)



















