Minggu, 23 Agustus 2026

Bupati Aceh Tamiang Dorong Pemberdayaan Penyintas Bencana hingga Tiga Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

ACEH TAMIANG,WH — Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mendorong penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat penyintas bencana agar tidak berhenti pada bantuan tanggap darurat. Menurutnya, pemulihan pascabencana harus diarahkan pada terciptanya kemandirian ekonomi dan ketahanan masyarakat dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Armia saat meresmikan Program Keluarga Berdaya dan Koperasi Mandiri Berkah Indonesia (MBI) hasil kolaborasi dengan Yakesma di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (20/8/2026).

Dalam sambutannya, Armia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan proses dan pendampingan yang berkelanjutan. Bantuan darurat, kata dia, tetap menjadi kebutuhan penting pada tahap awal, namun harus dilanjutkan dengan program yang mampu mengembalikan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Baca Juga:  Polresta Jambi Tindak Puluhan Pelajar yang Konvoi di Jalan Raya

“Pemulihan pascabencana adalah proses panjang yang membutuhkan ketahanan. Bantuan darurat memang sangat penting di awal, tetapi masyarakat kita juga memerlukan mesin keberlanjutan agar mampu kembali berdiri mandiri dan sejahtera,” ujar Armia.

Ia berharap Yakesma bersama para mitra dapat mempertahankan program pendampingan di Aceh Tamiang sedikitnya selama tiga tahun ke depan. Durasi tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mampu menghasilkan perubahan ekonomi yang dapat diukur dan dipertahankan.

Menurut Armia, sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian meliputi penguatan modal bagi pelaku usaha mikro, pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana, serta pembangunan ketahanan ekonomi di tingkat keluarga dan daerah.

Baca Juga:  Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Penerapan Sistem Manajemen Terpadu Melalui Audit Internal.

“Fokus utama kita mencakup penguatan modal usaha mikro, pemulihan psikologis warga, serta pembentukan ketahanan ekonomi daerah,” katanya.

Bupati juga mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan bantuan ekonomi yang diberikan secara produktif. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus membangun sumber penghasilan yang lebih stabil.

Armia menilai keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga oleh kemampuan penerima manfaat dalam mengelola dan mengembangkan bantuan tersebut secara berkelanjutan.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri CEO Yakesma Pusat Ramdlon Hidayat, Ketua Pengurus Yayasan Madani, perwakilan Koperasi MBI, pegiat kemanusiaan, Ketua MPU, Ketua MPD, Ketua MAA, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Kepala Dinas Koperindag, para penerima manfaat, serta sejumlah undangan lainnya.

Baca Juga:  Mantan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Ahmad Budi Martono,Terima Penghargaan Bergengsi dari Kejati Sumsel 

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berkembang dari pola bantuan menuju pemberdayaan, sehingga penyintas memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat untuk membangun kembali kehidupan mereka.(SIP Simanjuntak)

BERITA TERKINI