Sabtu, 5 September 2026

14 Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Kaji Kesiapan Yonif 132/Bima Sakti Hadapi Karhutla di Kampar

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

KAMPAR RIAU,WH— Sebanyak 14 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII, didampingi Kolonel Kav Donan Wahyu Sejati, S.Sos., melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan penelitian terkait kesiapan serta pembinaan satuan Yonif 132/Bima Sakti dalam penanganan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kampar, Riau.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pembinaan Satuan (Binsat) yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para Pasis mengenai pelaksanaan pembinaan satuan sekaligus mengkaji kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya Karhutla.

Dalam pelaksanaannya, para Pasis melakukan pengumpulan data dan informasi dengan meninjau secara langsung berbagai aspek kesiapan Yonif 132/Bima Sakti. Aspek tersebut meliputi personel, materiil, latihan, organisasi, pangkalan, doktrin, serta prosedur yang diterapkan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Bendera, Kasdim 0117/Aceh Tamiang Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Profesionalisme 

Pengumpulan data tersebut selanjutnya menjadi bahan kajian untuk mengetahui sejauh mana kemampuan satuan dalam mendukung upaya pencegahan, penanganan, serta mitigasi Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar.

Komandan Yonif 132/Bima Sakti, Letkol Inf Hendri Sihombing, menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi Karhutla tidak hanya dilakukan ketika terjadi kebakaran, tetapi telah dipersiapkan melalui pembinaan dan latihan secara berkelanjutan.

Menurutnya, materi penanganan Karhutla telah dijabarkan dalam Latihan Dalam Satuan (LDS), sehingga setiap prajurit memiliki pemahaman yang baik mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan ketika menghadapi bencana Karhutla.

Selain aspek latihan, kesiapan satuan juga didukung dengan ketersediaan Alat Peralatan Batalyon (APB) yang disesuaikan dengan tipologi wilayah serta karakteristik ancaman yang dihadapi. Penyesuaian tersebut dinilai penting agar kemampuan dan sarana yang dimiliki satuan dapat digunakan secara efektif sesuai kondisi di lapangan.

Baca Juga:  Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir,678 Caba PK Ikuti Tahapan Seleksi Pusat

Melalui kegiatan KKL Binsat ini, para Pasis Dikreg Seskoad LXVIII diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan pembinaan satuan, khususnya dalam menghadapi potensi permasalahan dan ancaman bencana di wilayah.

Hasil pengumpulan data dan penelitian tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kesiapan satuan dalam melaksanakan pencegahan, penanganan, dan mitigasi Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar.@R.08

BERITA TERKINI