TANGERANG KOTA,WH— Sebanyak 29 tim dari berbagai elemen masyarakat ambil bagian dalam Turnamen Futsal Piala Kapolres Metro Tangerang Kota di GOR Nambo. Kompetisi olahraga tersebut tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, namun juga dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi dan membangun sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat.
Turnamen secara resmi dibuka oleh Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah, SH, SIK, MKP., M.Si., CFE, mewakili Kapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (13/8/2026).
Puluhan tim yang mengikuti turnamen berasal dari beragam elemen masyarakat, mulai dari serikat pekerja, organisasi kemasyarakatan (ormas), mahasiswa hingga jurnalis.
Keikutsertaan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang positif, sportif dan penuh kebersamaan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan.
Turnamen Futsal Piala Kapolres Metro Tangerang Kota juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ketua Media Center Rajeg yang Tergabung di Jurnalis Tangerang Raya Ikut Serta Turnamen Domino Sabuk Kamtibmas Kapolres Cup 2026
Melalui kegiatan olahraga bersama, interaksi antara aparat kepolisian dan berbagai kelompok masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih cair. Kondisi tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan perdamaian masyarakat (Kamtibmas).
Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengatakan, kegiatan positif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan.
Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkuat komunikasi dan persaudaraan.
“Yang paling utama dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Kita ingin melalui olahraga terjalin komunikasi yang semakin baik antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergitas antara polisi dan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Oleh karena itu, kegiatan seperti turnamen futsal dihentikan tidak berhenti pada pertandingan di lapangan saja. Hubungan dan komunikasi yang telah terbangun diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Semangat sportivitas dan kebersamaan ini tentunya harus kita jaga. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan semakin meningkatkan sinergi kita dalam menjaga Kamtibmas,” katanya.
Keterlibatan serikat pekerja, ormas, pelajar dan jurnalis dalam satu kompetisi juga memberikan pesan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.
Masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui komunikasi, kepedulian serta kolaborasi.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jembatan komunikasi antara polisi dan masyarakat melalui olahraga, sekaligus memperkuat semangat bersama dalam menciptakan wilayah Kota Tangerang yang aman, nyaman dan kondusif.(Yusuf)



















