Minggu, 16 Agustus 2026

Kemenag RI Dorong Percepatan Rehabilitasi Fasilitas Keagamaan Pascabencana di Aceh Tamiang

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

ACEH TAMIANG,WH— Kementerian Agama Republik Indonesia mendorong percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan keagamaan dan rumah ibadah yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan kick off rehabilitasi yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan kerja tersebut diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag. Kehadirannya disambut Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, yang mewakili Bupati Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan itu, Muslizar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan untuk membantu pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Baca Juga:  Digitalisasi Pajak Daerah Dipercepat, Bupati Aceh Tamiang Dorong Optimalisasi SILAPANG Versi 2

Ia menilai dukungan pemerintah pusat sangat penting dalam mempercepat pemulihan madrasah, pondok pesantren, Kantor Urusan Agama (KUA), serta rumah ibadah yang terdampak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia kepada masyarakat Aceh Tamiang,” ujar Muslizar.

Menurutnya, rehabilitasi fasilitas keagamaan bukan hanya menyangkut perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan pelayanan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat pascabencana.

Muslizar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama dan seluruh pemangku kepentingan agar proses rehabilitasi berjalan efektif serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., memaparkan dampak banjir terhadap sejumlah fasilitas pendidikan dan keagamaan di Aceh Tamiang.

Baca Juga:  Dorong Jurnalis Berkualitas,Komisi I DPR RI, Fraksi PKB Deng Ical ,Hadiri Rakorwil IWO Sulsel,di Hotel Maleo Makassar 

Berdasarkan laporan yang disampaikan, sebanyak 472 madrasah, baik negeri maupun swasta, terdampak banjir. Selain itu, sejumlah KUA dan ratusan rumah ibadah juga mengalami kerusakan. Bencana turut menyebabkan sejumlah dokumen dan data penting tidak dapat diselamatkan.

Mewakili Menteri Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag., menegaskan bahwa pelaksanaan kick off rehabilitasi merupakan langkah awal untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah dan sesuai dengan ketentuan.

Ia meminta seluruh kepala madrasah dan pihak penerima bantuan menggunakan anggaran sesuai peruntukan serta memastikan setiap pekerjaan rehabilitasi dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab.

“Pergunakan dana yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan perhatikan pelaksanaan rehabilitasi. Jangan sampai setelah rehabilitasi masih ada laporan plafon rusak, meja goyang atau kursi rusak,” tegasnya.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-18, DPC Partai Gerinda Banyuwangi Menggelar Bansos dan Pengobatan Gratis  di Kafe 108 Rogojampi 

Arskal Salim juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama yang telah terlibat dalam proses penanganan serta pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan pascabencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, unsur Forkopimda Aceh Tamiang, kepala SKPK, jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, ulama, pimpinan pondok pesantren serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap dukungan rehabilitasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga fasilitas pendidikan keagamaan, pesantren, KUA dan rumah ibadah yang terdampak bencana dapat segera kembali berfungsi secara optimal.(SIP Simanjuntak)

BERITA TERKINI