Jumat, 20 Maret 2026

Harapan Baru Bagi Difabel Binaan Pertamina EP Rantau Field Dengan Dibuka Kembali Bengkel Difabel

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

ACEH TAMIANG,WH– Mariono (43),yang akrab disapa Nono, tak pernah menyerah pada keterbatasan fisiknya. Meski kaki tidak sempurna dan selalu membawa tongkat ketiak, langkahnya tetap lincah dan tangannya masih bertenaga untuk mengotak-atik mesin sepeda motor.

Selama enam tahun terakhir, menjadi mekanik adalah satu-satunya pekerjaan yang ia geluti. Bertahun-tahun bergulat dengan oli dan kunci mekanik membuatnya mahir mengenali “penyakit” pada setiap motor yang ditanganinya.

Nono adalah warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, dan anggota kelompok bengkel difabel binaan Pertamina EP Rantau Field. Meski penyandang tunadaksa, ia selalu tampak tenang. Menurut pengalamannya, ketenangan itu didapat dengan menjadi “madep mantep” (teguh dan yakin) serta mengosongkan hati dari hal-hal yang tidak perlu.

“Bengkel ini pemberi kehidupan bagi saya dan keluarga. Sejak mendapat pelatihan dan diberdayakan jadi mekanik, ekonomi saya jadi lebih baik,” ujarnya kepada media pada Senin (16/3/2026).

Baca Juga:  Direktur PDAM Aceh Tamiang Dilantik

Sebelum mengikuti pelatihan mekanik, Nono tidak memiliki pekerjaan tetap dan hidup bergantung pada keluarga. Kehadiran bengkel ini menjadi harapan baru baginya. “Setelah ikut pelatihan dari Pertamina, bengkel ini dibuka. Dari sinilah saya merasa punya penghidupan. Beberapa tahun menjadi mekanik di sini, saya pun berani menikah karena sudah ada penghasilan tetap,” tambahnya.

Cobaan terberat datang saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025. Nono terpaksa mengungsi dan hidup dari belas kasih orang lain, kembali ke titik di mana ia tidak memiliki apa-apa.

“Banjir kemarin adalah cobaan paling berat. Semua barang saya hancur, penghasilan hilang karena bengkel porak-poranda. Semua capaian saya lenyap hanya dalam hitungan hari,” kenangnya.

Baca Juga:  Jelang  Puasa Ramadhan 1447 H, Wartawan Media Online Banyuwangi bersama Warga Bersih-bersih di Depan TPU Desa Lemahbang Dewo 

Setiap hari, Nono tak henti mengunjungi bengkel difabel yang terletak di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Kecamatan Karang Baru. Ia bergotong royong membersihkan timbunan lumpur hingga perlahan bengkel itu kembali bersih.

“Saya bersyukur Pertamina bergerak cepat membantu kami. Bengkel yang hancur dibuka kembali, barang-barang yang hilang diganti. Terima kasih atas rezeki yang diberikan,” ucapnya penuh syukur.

Pembukaan ulang bengkel difabel pascabanjir bertepatan dengan program ganti oli gratis “Yuk Berbagi” yang digelar pada Jumat (13/3) lalu oleh Pertamina Lubricants bersama Pertamina EP Rantau Field. Program ini merupakan komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat penyintas banjir, dengan memberikan ganti oli gratis bagi ratusan pemilik motor yang kendaraannya terdampak.

Pertamina EP Rantau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR), melibatkan tujuh mekanik difabel binaan mereka dalam kegiatan ini, sementara Pertamina Lubricants membagikan 282 oli gratis pada hari itu.

Baca Juga:  Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung Hingga Melahirkan

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa program bengkel difabel ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka difabel di Aceh Tamiang.

“Kami memberikan pelatihan mekanik kepada puluhan difabel. Ketika mereka ingin membuka usaha, kami pun membantu mendirikan bengkel ini,” katanya.

Pasca banjir yang merusak bengkel, perusahaan segera bertindak untuk membukanya kembali dengan harapan kelompok binaan bisa segera produktif kembali secara sosial dan ekonomi.

Head CSR Pertamina Lubricant, Asep Saputra, turut mendukung pembukaan ulang bengkel dan membagikan oli gratis. “Dibukanya kembali bengkel ditandai dengan pemberian 282 botol oli gratis. Ini bertujuan membantu masyarakat agar kendaraan mereka bisa kembali nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.@Kaperwil Aceh,Eko

BERITA TERKINI