Selasa, 1 September 2026

Kodaeral I Tunjukkan Kepedulian Kemanusiaan,Bantu Evakuasi Tiga ABK KM Pulau Samosir

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

BELAWAN,WH — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I menunjukkan kepedulian dan rasa kemanusiaan dengan membantu proses evakuasi tiga anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir yang meninggal dunia dalam insiden di perairan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).

Ketiga korban masing-masing bernama Iwan (sekitar 51 tahun), Garto (sekitar 50 tahun), dan Mamat (45 tahun). Ketiganya merupakan nelayan yang tengah menjalankan aktivitas penangkapan ikan bersama enam ABK lainnya di atas KM Pulau Samosir.

Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika Garto masuk ke dalam palka bagian depan kapal untuk melakukan pembersihan. Saat berada di dalam palka, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Baca Juga:  Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 PJU dan Kapolres, Tekankan Integritas serta Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Mamat kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan masuk ke dalam palka. Namun, Mamat juga mengalami kondisi serupa. Melihat kedua rekannya dalam keadaan tersebut, Iwan turut berupaya memberikan pertolongan, tetapi akhirnya ikut tidak sadarkan diri.

Menyadari kondisi yang membahayakan, Nakhoda KM Pulau Samosir, Yusri M. Jamil, segera melarang ABK lainnya mendekati palka untuk mencegah jatuhnya korban tambahan. Kapal kemudian diarahkan kembali menuju daratan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, KM Pulau Samosir tiba dan bersandar di Gudang Buncuan Gabion, Kelurahan Bagan Deli. Setelah menerima laporan dari pengurus gudang, personel Posal Medan Labuhan bergerak cepat ke lokasi untuk membantu penanganan dan proses evakuasi korban.

Dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, personel Posal Medan Labuhan bersama ABK melakukan proses evakuasi terhadap ketiga korban dari dalam palka. Evakuasi dilakukan dengan dukungan ambulans yang telah disiagakan di lokasi.

Baca Juga:  Polres Cilegon dan Driver Online Bersatu Jaga Kamtibmas

Sekitar pukul 17.30 WIB, ketiga korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga.

Kehadiran personel Kodaeral I melalui Posal Medan Labuhan dalam penanganan insiden tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap masyarakat, khususnya para nelayan dan pekerja sektor maritim yang mengalami musibah.

Selain membantu proses evakuasi, kejadian tersebut juga dilaporkan kepada komando atas untuk mendapatkan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kodaeral I menegaskan bahwa keberadaan TNI Angkatan Laut tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan, tetapi juga hadir membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat dan musibah.

Insiden ini sekaligus menjadi perhatian penting terhadap aspek keselamatan kerja di kapal, terutama saat melakukan aktivitas di ruang tertutup seperti palka. Kondisi udara dan ventilasi perlu dipastikan aman sebelum seseorang memasuki ruang tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Baca Juga:  Dirres Siber Polda Sumut Beri Kuliah Umum di UMSU, Bahas Ancaman Nyata Kejahatan Siber di Era Digital 

Kodaeral I turut menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah yang menimpa ketiga ABK serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.@Rudi

BERITA TERKINI