Selasa, 3 November 2026

MAN 3 Banyuwangi Gelar Sosialisasi P4GN, Bentengi Pelajar dari Bahaya Narkoba dan Bullying

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

BANYUWANGI | Wartaharian.com — Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter terus ditunjukkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang digelar di lingkungan madrasah, Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB) dan Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN LPSS) di bawah naungan BNNK Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri Kepala MAN 3 Banyuwangi, Bambang Irawan, S.Pd., M.Pd., jajaran wakil kepala madrasah, guru Bimbingan Konseling (BK), pengawas, serta para siswa yang tergabung dalam Duta Anti Narkoba dan Duta Anti Bullying MAN 3 Banyuwangi.

Mengusung slogan “Semangat Tumpas Narkoba demi Mewujudkan Banyuwangi Bersinar, Bersih dari Narkoba!”, kegiatan berlangsung penuh antusias. Materi penyuluhan disampaikan langsung oleh Ketua YAN LPSS Banyuwangi, Hakim Said, S.H., bersama pemateri Niarotul Muharomah.

Baca Juga:  Kapolres Aceh Tamiang Dampingi Kunjungan Mendagri

Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Banyuwangi, Bambang Irawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak madrasah terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi positif sebagai upaya melindungi peserta didik dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.

“Kami di MAN 3 Banyuwangi menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi bersama YAN LPSS, RKB, dan BNNK Banyuwangi ini. Benteng pertahanan utama anak-anak kita adalah pemahaman yang kuat sejak dini. Melalui kegiatan P4GN ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sosial mereka,” ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua YAN LPSS Banyuwangi, Hakim Said, S.H., menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sekolah, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Kaperwil Sulsel Wartaharian Sampaikan Ucapan Selamat Atas Promosi Bintang, Brigjen TNI Inf Robinson Tallupadang S. IP, MH Danrem 141/Toddopuli

“Narkoba adalah musuh bersama yang nyata bagi masa depan bangsa. Perjuangan melawan narkoba tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Dibutuhkan kolaborasi pentahelix seperti yang kita lakukan hari ini. Kami bangga melihat semangat luar biasa dari para siswa dan jajaran civitas akademika MAN 3 Banyuwangi yang sangat peduli terhadap masa depan generasi bangsa,” ungkap Hakim Said.

Dalam kesempatan yang sama, pemateri P4GN dari YAN LPSS, Niarotul Muharomah, memberikan pembekalan secara interaktif kepada para siswa. Ia menjelaskan berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkotika, sekaligus mengingatkan para pelajar agar mampu mengenali berbagai modus peredaran gelap narkoba yang kerap menyasar kalangan remaja.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan mental dan keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan negatif.

“Remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, ketahanan mental dan kemampuan menolak ajakan negatif adalah kunci. Kehadiran Duta Anti Narkoba dan Duta Anti Bullying di MAN 3 Banyuwangi harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan energi positif di kalangan teman sebaya,” pesan Niarotul.

Baca Juga:  Bahas Langkah Strategis, Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Danlaksamana Muda  Koderal 1 TNI AL

Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diwarnai seruan semangat War on Drugs. Seluruh peserta secara serentak meneriakkan yel-yel anti narkoba yang dipandu Ketua YAN LPSS Banyuwangi, Hakim Said.

Melalui kegiatan ini, MAN 3 Banyuwangi bersama YAN LPSS dan Rumah Kebangsaan Banyuwangi berharap para pelajar semakin memahami bahaya narkoba, berani menolak pengaruh negatif, serta mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba dan bebas dari bullying.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi muda Banyuwangi yang sehat, berprestasi, berkarakter, dan memiliki masa depan tanpa narkoba.@Apong

BERITA TERKINI