Jumat, 19 Juni 2026

PHE NSO dukung Pelestarian Ekosistem dengan Menanam Ratusan Mangrove dan Melepas 700 Bibit Kepiting

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

ACEH UTARA,WH-Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) turut ambil bagian dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui tebar 700 bibit kepiting (Scylla paramamosain) dan penanaman 300 pohon mangrove di Gampong (Desa) Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.Kamis (18/6/2026)

Kegiatan ini sebagai komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus peningkatkan ekonomi masyarakat.Demikian Siaran pers yang dikirim ke Media Wartaharian.com Rabu 17/06/2026.

Program rehabilitasi ekosistem mangrove yakni Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (Kenduri) ini berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir, mencegah abrasi dan menjadi habitat alami bagi biota. Mangrove dan populasi kepiting yang terjaga bisa berdampak positif terhadap pendapatan nelayan.

Baca Juga:  PEP Rantau Field Salurkan Bantuan Berkelanjutan untuk Desa Sukajadi Kecamatan Karang Baru.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Aceh Utara, Samsul Rizal memberikan apresiasi terhadap komitmen masyarakat dan PHE NSO dalam menjaga ekosistem pesisir. Baginya, bibit kepiting dan mangrove satu kesatuan yang saling mendukung.

“Mangrove menjadi habitat alami bagi kepiting sehingga pelestarian mangrove sangat penting untuk keberlangsungan budidaya kepiting. Semoga ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Seunoddon dapat terus terjaga,” kata Samsul Rizal.

Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, kegiatan ini dapat meningkatkan animo masyarakat pesisir mengembangkan budidaya potensi-potensi kelautan yang memiliki ekonomi tinggi. Jika ekosistem pesisir semakin baik, nelayan tidak lagi hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan di tengah laut. Akan tetapi dapat memperoleh tambahan penghasilan dari budidaya kepiting bakau.

Baca Juga:  Berjalan Aman dan Lancar ,Pengadilan Negeri Makale Eksekusi Dua Rumah di Lembang Tombang Langda Kecamatan Sopai Toraja Utara

“Kepiting bakau memiliki nilai ekonomis serta banyak peminatnya. Sehingga, selain menjaga ekosistem pesisir, program kami juga berupaya memberikan dampak ekonomi bagi Masyarakat,” pungkas Iwan.

Kepiting siap panen pada usia tiga sampai lima bulan dengan tingkat keberhasilan panen sebesar 60 sampai 80 persen dari bibit yang disebar dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan nelayan sampai dengan Rp 4.000.000 hingga Rp 10.000.000 per siklus panen.@Eko

BERITA TERKINI