Kamis, 29 Oktober 2026

Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Medan, Warga Mengungsi dan Babinsa Turun Tangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

MEDAN | Wartaharian.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan dan kawasan Berastagi sejak malam hingga Kamis (29/10/2026) dini hari memicu kenaikan debit air Sungai Deli dan Sungai Babura. Akibatnya, sejumlah wilayah di Kota Medan terdampak banjir, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 10 hingga 100 sentimeter.

Banjir mulai menerjang sejumlah kawasan di wilayah teritorial Koramil 0201-05/MB sekitar pukul 05.00 WIB. Air yang menggenangi permukiman warga bahkan memaksa sebagian masyarakat meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Medan Maimun, Medan Polonia, dan Medan Baru. Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) terus memantau perkembangan debit air sekaligus membantu warga yang membutuhkan evakuasi.

Medan Maimun Jadi Salah Satu Wilayah Terdampak

Di Kecamatan Medan Maimun, banjir melanda sejumlah kelurahan, yakni Kampung Baru, Sei Mati, Aur, Sukaraja, Hamdan, dan Jati.

Di Kelurahan Kampung Baru, genangan air merendam sejumlah titik di Jalan Brigjen Katamso, meliputi Gang Pasar Senen Lingkungan 5, Gang Lampu 1 Lingkungan 16, Gang Subur Lingkungan 17, Gang Pelita Lingkungan 18, serta Gang Setia Baru Lingkungan 19.

Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai sekitar 50 hingga 100 sentimeter. Kondisi ini membuat warga harus mengungsi karena air telah masuk ke dalam rumah.

Baca Juga:  Ditresnarkoba Polda Sumsel Ringkus Seorang Buruh Pengedar Sabu

Warga Lingkungan 19 mengungsi ke Masjid Abidin di Jalan Brigjen Katamso, dengan jumlah sekitar 200 orang. Sementara itu, sekitar 150 warga Lingkungan 18 mengungsi ke depan deretan ruko di Jalan Brigjen Katamso.

Banjir juga menggenangi sejumlah titik di Kelurahan Sei Mati, antara lain Gang Alfajar Lingkungan 7, Gang Balai Desa Lingkungan 8, Gang Merdeka Lingkungan 9, Gang Perwira Lingkungan 11, dan Gang Kesatria Lingkungan 12.

Ketinggian air di wilayah ini berkisar 20 hingga 40 sentimeter. Sebagian air telah memasuki rumah warga, tetapi berdasarkan laporan sementara, belum ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa.

Di Kelurahan Aur, genangan setinggi 40 hingga 90 sentimeter terjadi di Jalan Mantri Lingkungan 3, Kampung Aur Lingkungan 4, dan Jalan Mangkubumi Lingkungan 9. Meski air telah menggenangi halaman dan sebagian rumah warga, belum dilaporkan adanya pengungsian maupun korban jiwa.

Sementara itu, banjir di Kelurahan Sukaraja merendam Jalan Bahagia Lingkungan 4, Jalan Juanda Gang Alfalah Lingkungan 5, serta Jalan Warna Gang Sederhana Lingkungan 8. Ketinggian air berkisar 40 hingga 50 sentimeter.

Di Kelurahan Hamdan, genangan terjadi di Jalan Multatuli Lingkungan 4, Jalan Pacar Lingkungan 8, Jalan Pasiran Lingkungan 9, dan Jalan Badur Lingkungan 10. Ketinggian air mencapai 40 hingga 80 sentimeter.

Baca Juga:  Kapolres Toraja Utara Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Bantu Anak Sekolah Menyeberang Jalan

Sebanyak 17 kepala keluarga atau sekitar 36 orang dari Jalan Pacar Lingkungan 8 dilaporkan mengungsi ke Masjid Al Husna.

Adapun di Kelurahan Jati, banjir menggenangi Jalan Samanhudi Lingkungan 4 dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Air masih menggenangi halaman rumah warga.

Medan Polonia dan Medan Baru Turut Terdampak

Di Kecamatan Medan Polonia, banjir dilaporkan terjadi di Kelurahan Sari Rejo, tepatnya di Gang April Lingkungan 7, dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 70 sentimeter.

Genangan juga terjadi di Jalan DC Barito Lingkungan 1, Kelurahan Suka Damai, dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

Sementara itu, di Kelurahan Polonia, genangan setinggi 10 hingga 15 sentimeter terpantau di Jalan Karya Utama dan Jalan Karya Sejati, Lingkungan 5.

Hingga laporan pemantauan tersebut disusun, belum ada warga yang dilaporkan mengungsi maupun menjadi korban jiwa di ketiga kelurahan tersebut. Adapun Kelurahan Anggrung dan Madras Hulu dilaporkan tidak terdampak kenaikan debit Sungai Babura.

Banjir juga melanda sejumlah titik di Kecamatan Medan Baru. Di Kelurahan Petisah Hulu, genangan setinggi 30 hingga 40 sentimeter terjadi di Jalan S. Parman Gang Pasir Lingkungan 7.

Baca Juga:  Kodaeral I Tunjukkan Kepedulian Kemanusiaan,Bantu Evakuasi Tiga ABK KM Pulau Samosir

Sementara itu, di Kelurahan Titi Rantai, banjir menggenangi Jalan Bahagia Lingkungan 7 dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter.

Di kedua wilayah tersebut, air telah menggenangi halaman dan sebagian rumah warga. Meski demikian, belum dilaporkan adanya pengungsian maupun korban jiwa.

Adapun Kelurahan Merdeka, Padang Bulan, Darat, dan Babura dilaporkan tidak terdampak kenaikan debit Sungai Babura berdasarkan hasil pemantauan sementara.

Babinsa Dikerahkan Bantu Warga Terdampak

Melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir, personel Babinsa Koramil 0201-05/MB bergerak turun ke lokasi untuk membantu warga, termasuk mendukung proses evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Langkah tersebut dilakukan atas perintah Dandim 0201/Medan, Kolonel Inf Fernando Batubara, sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi warga yang terdampak bencana.

Personel Babinsa juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan bertambahnya ketinggian air serta memastikan kondisi masyarakat tetap terpantau.

Hingga laporan sementara ini disusun, genangan air di sejumlah wilayah masih bertahan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara pemantauan dan upaya membantu warga terus dilakukan.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air, terutama warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi dinilai membahayakan.@Rudi

BERITA TERKINI