Sabtu, 12 September 2026

Pencarian Rombongan Arupadatu 1 di Perairan Anak Krakatau,Polda Banten Pastikan Life Jacket Bukan Milik Kapal

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

PANDEGLANG,WH— Polda Banten terus melakukan pencarian terhadap rombongan awak kapal dan wartawan yang hingga kini masih dilaporkan mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.Dalam perkembangan terbaru operasi pencarian, Kabidhumas Polda Banten menyampaikan bahwa sebelumnya beredar informasi mengenai penemuan sebuah life jacket di perairan sekitar Anyer.

“Benda tersebut telah diamankan oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” ujar Kabidhumas Polda Banten, Jumat (11/9/2026).

Namun, berdasarkan pemeriksaan dan keterangan dari pemilik kapal, life jacket yang ditemukan tersebut dipastikan bukan merupakan perlengkapan milik Speedboat Arupadatu 1 yang digunakan oleh rombongan yang dilaporkan hilang kontak.

Pemilik kapal, Sandi, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah perbedaan antara life jacket yang ditemukan dengan perlengkapan keselamatan yang digunakan di kapal Arupadatu.

Baca Juga:  Birahi Abang Ipar Berakhir di Bui Polres Aceh Tenggara 

“Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadatu 2. Perbedaannya terlihat dari bagian resleting, grip, maupun bahannya,” jelas Sandi.

Menurutnya, berdasarkan perbandingan tersebut, dapat dipastikan bahwa life jacket yang ditemukan di perairan sekitar Anyer tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di Speedboat Arupadatu 1.

“Dapat dipastikan bahwa objek life jacket yang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di Speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak,” tegasnya.

Polda Banten Siapkan Proses Identifikasi

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol Dr. I Gusti Gede Dharma Arimbawa mengatakan, pihaknya terus melakukan proses antemortem sebagai bagian dari upaya identifikasi apabila dalam operasi pencarian nantinya ditemukan korban.

Baca Juga:  Kejati Sumut Tersangkakan Dirut PT Pasu,Atas Dugaan Perkara Korupsi Penjualan Aluminium Tahun 2018 Sampai 2024

Ia menjelaskan, dalam penanganan korban bencana maupun kondisi darurat lainnya, proses identifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, hingga proses rekonsiliasi.

“Untuk proses antemortem, kami telah mendapatkan delapan data dari keluarga korban. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila ditemukan korban,” jelasnya.

Menurutnya, identitas korban baru dapat dinyatakan setelah terdapat kesesuaian antara data antemortem dan postmortem.

“Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai atau matching, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” tambahnya.

Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

Di akhir keterangannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Baca Juga:  Jalin Sinergitas Insan Pers dan Aparat Penegak Hukum,FORWAKA Nisel Gelar Audiensi dengan Kajari Nias Selatan 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Untuk perkembangan operasi pencarian, kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Polda Banten maupun tim SAR gabungan,” tutup Maruli.

Operasi pencarian terhadap rombongan Speedboat Arupadatu 1 hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mengedepankan upaya pencarian dan penyelamatan serta memastikan setiap informasi yang ditemukan di lapangan dapat diverifikasi.@Yusuf

BERITA TERKINI