SURABAYA,WH – Kehadiran Jembatan Gantung Garuda di kawasan Genting Kalianak, Surabaya, memberikan akses baru bagi masyarakat sekaligus memangkas jarak tempuh warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.Jembatan tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya TNI Angkatan Darat (TNI AD) membantu membuka akses masyarakat di wilayah yang membutuhkan sarana penghubung yang lebih mudah dan aman.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meninjau langsung Jembatan Gantung Garuda, Rabu (2/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kasad melihat kondisi jembatan sekaligus meninjau manfaatnya terhadap mobilitas masyarakat di sekitar Genting Kalianak.
Kasad menjelaskan, kebutuhan pembangunan jembatan semacam itu salah satunya berangkat dari pengalaman TNI AD ketika membantu penanganan bencana di Aceh. Saat itu, keterbatasan infrastruktur penghubung membuat pergerakan personel dan distribusi logistik harus menempuh jarak lebih jauh.
“Pengalaman kita di Aceh, ketika ada bencana, karena jembatan tidak ada, kita harus memutar lima sampai enam kilometer untuk membawa logistik,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberadaan jembatan, meskipun dibangun secara sederhana, dapat memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Jembatan Gantung Garuda dinilai mampu membuka akses yang sebelumnya sulit dilalui sekaligus memperlancar mobilitas warga.
“Jembatan ini ternyata cukup efektif untuk membantu membuka akses masyarakat,” katanya.

Kasad juga menyoroti masih adanya masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, yang harus melintasi sungai atau menggunakan jembatan dengan kondisi yang sudah tidak layak. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan TNI AD terus berupaya membantu menghadirkan sarana penghubung sederhana yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Masih banyak masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, yang harus melintasi sungai atau menggunakan jembatan yang kondisinya sudah rusak,” ungkapnya.
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada TNI untuk membantu pembangunan jembatan di berbagai wilayah yang membutuhkan.
Ia menekankan, keterlibatan TNI AD dalam pembangunan infrastruktur bukan dimaksudkan untuk mengambil alih program pemerintah daerah. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan TNI dalam membantu masyarakat yang membutuhkan akses dasar.
“Kita membangun jembatan sederhana, yang penting akses masyarakat bisa terbuka dan aktivitas mereka menjadi lebih mudah. Ini bukan untuk menggantikan program pemerintah daerah, tetapi membantu masyarakat yang memang membutuhkan akses,” tegas Kasad.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran TNI AD dalam membantu mengatasi persoalan akses masyarakat. Meski sederhana, infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung serta mendukung kelancaran aktivitas warga.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.@Didik



















