LAHAT,WH — Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat dan unsur Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat tersebut digelar sebagai langkah memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mengantisipasi potensi meningkatnya Karhutla di tengah musim kemarau.
Rakor turut membahas berbagai langkah pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan serta penanganan apabila terjadi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas pertambangan dan kawasan yang berbatasan dengan hutan maupun lahan perkebunan.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, selama Juli hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 29 kejadian Karhutla di wilayah Kabupaten Lahat, termasuk titik kebakaran yang berada di sekitar wilayah perusahaan pertambangan batu bara.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, terutama perusahaan yang memiliki aktivitas pertambangan dan tempat penyimpanan batu bara atau stockpile.
“Lahat memiliki kandungan mineral yang cukup banyak sehingga dikenal sebagai daerah penghasil batu bara. Karena itu, perusahaan harus memberikan perhatian serius terhadap stockpile agar tidak terjadi kebakaran,” ujar Widia.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan hotspot, Kabupaten Lahat berada di urutan kedua setelah Kabupaten Muara Enim dalam jumlah titik panas yang terdeteksi.
“Titik hotspot banyak terpantau di area batu bara, bukan semata-mata kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, jagalah agar tidak ada percikan api sehingga tidak terdeteksi sebagai Karhutla,” tegasnya.
Widia juga mengingatkan seluruh perusahaan batu bara agar meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sistem pencegahan kebakaran berjalan dengan baik. Ia berharap hasil rakor tidak berhenti pada tingkat kabupaten, tetapi dapat diteruskan hingga kecamatan dan desa.
“Kepada para camat dan kepala desa, kami berharap hasil rapat ini dapat direalisasikan sampai ke tingkat kecamatan. Libatkan masyarakat dan Forkopimcam dalam upaya pencegahan Karhutla,” katanya.
Widia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, Manggala Agni dan seluruh pihak yang selama ini berupaya menjaga Kabupaten Lahat dari ancaman kebakaran.
Tim Mabes TNI Berikan Penyuluhan ke Perusahaan

Usai rakor, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI bersama jajaran Kodim 0405/Lahat melaksanakan penyuluhan di PT Mustika Indah Permai (MIP) dan PT Primanaya, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen dan karyawan kedua perusahaan serta unsur TNI dari Kodim 0405/Lahat.
Hadir di antaranya Kasdim 0405/Lahat Mayor Inf Subianto, Danramil 405-03/Kikim Kapten Inf Rudi Taufik, Danramil 405-06/Muara Pinang Kapten Inf Heri Prabowo, serta Danramil 405-02/Merapi Kapten Caj M. Koderi Ramadhani.
Sementara Tim Penyuluh Mabes TNI terdiri dari Kolonel Cpm Muhammad Faisal Amin Lubis, Kolonel Kal Heri Supriyadi, Kolonel Tek Rachmad Darmawan, Kolonel Mar Wachid Hasbollah, Kolonel Mar Untung Tarmanto, serta Mayor Mar Didik Sutejo.
Dalam penyuluhan, Kolonel Cpm Muhammad Faisal Amin Lubis menekankan pentingnya pencegahan Karhutla sejak dini. Ia mengingatkan perusahaan maupun karyawan agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Perusahaan juga diminta membangun koordinasi dan melakukan pelaporan secara cepat apabila ditemukan indikasi maupun kejadian kebakaran. Setiap kejadian harus segera dilaporkan kepada aparat terkait, tim rescue, Manggala Agni, serta Pemkab Lahat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Dandim 0405/Lahat Letkol Inf David Jihandika Henry Wijayanto, SH., MSos., melalui Kasdim Mayor Inf Subianto.
Menurutnya, perusahaan dan seluruh karyawan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah Karhutla, mengingat wilayah kerja perusahaan bersinggungan langsung dengan kawasan hutan maupun lahan.
“Hal ini sangat tepat mengingat wilayah kerja mereka bersinggungan langsung dengan hutan maupun lahan, sehingga sewajarnya mereka menerima pembekalan sesuai SOP,” ujarnya.
Ia menegaskan, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan keterlibatan aktif perusahaan, karyawan, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat.
“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan kepedulian dan peran aktif perusahaan serta seluruh karyawan untuk mencegah munculnya titik api, melakukan pelaporan secara cepat dan bersama-sama menjaga lingkungan,” tegas Mayor Inf Subianto.
Perusahaan Siapkan Patroli, Drone dan Water Tank
Dalam penyuluhan tersebut, PT Primanaya memaparkan kesiapan dan SOP penanganan Karhutla. Perusahaan mengaku melakukan patroli oleh tim SHE setiap satu jam di sektor tambang serta menggunakan drone untuk membantu mendeteksi titik panas atau hotspot.
Selain itu, perusahaan menyiapkan 10 unit water tank yang dapat digunakan untuk melakukan penyiraman maupun pemadaman apabila terjadi kebakaran.
PT Primanaya juga secara berkala melaksanakan simulasi dan pelatihan penanggulangan Karhutla kepada karyawan setiap tiga bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta memastikan seluruh peralatan pemadam dapat dioperasikan dengan baik.
Sementara itu, PT MIP menyampaikan komitmennya untuk terus membangun koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan.
Patroli tim SHE dilakukan secara bergantian setiap satu jam dan didukung penggunaan drone untuk mendeteksi keberadaan hotspot secara lebih akurat.
Perusahaan juga secara berkala melaksanakan simulasi penanganan Karhutla bersama tim rescue serta menyiapkan kendaraan water tank guna mempercepat proses penanganan apabila terjadi kebakaran.
Polres Lahat Perkuat Pencegahan dan Penegakan Hukum
Dalam rakor tersebut, Kapolres Lahat mengajak seluruh stakeholder untuk merapatkan barisan dan meningkatkan sinergi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
Kapolres menjelaskan, Polri menjalankan dua pendekatan dalam penanggulangan Karhutla, yakni pendekatan pencegahan melalui pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat serta pendekatan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
“Kami dari Polri juga mendapatkan perintah untuk melakukan penanggulangan kepada masyarakat. Pertama melalui pendekatan dan bimbingan kepada masyarakat, kemudian yang kedua melalui pendekatan hukum,” jelasnya.
Saat ini, Polres Lahat menangani tiga perkara yang berpotensi berkaitan dengan pembakaran lahan. Dua perkara masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan satu perkara lainnya telah menetapkan pelaku pembakaran lahan di Kecamatan Pagar Agung.
Berdasarkan pemeriksaan saksi dan pelaku, pembakaran pada perkara tersebut dilakukan secara sengaja dengan tujuan membuka lahan perkebunan.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pegunungan, agar tidak membuka lahan perkebunan, termasuk perkebunan kopi, dengan cara membakar.
“Pembakaran lahan memang dianggap sebagian masyarakat sebagai cara cepat untuk membersihkan lahan. Namun, tindakan tersebut sangat berisiko karena api dapat dengan mudah meluas dan menyebabkan kebakaran hutan maupun lahan,” ungkapnya.
Untuk memperkuat deteksi dini, Polres Lahat juga melakukan pemantauan hotspot melalui satelit. Setiap titik panas yang terdeteksi segera diteruskan kepada jajaran Polsek untuk dilakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Setiap hari kami melakukan pemantauan melalui satelit. Apabila terdapat hotspot, lokasinya langsung diinformasikan dan diteruskan kepada Kapolsek untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, Kabupaten Lahat memiliki 23 kecamatan, sementara jumlah Polsek hanya 13. Keterbatasan personel dan struktur kewilayahan tersebut membuat dukungan kepala desa dan masyarakat sangat diperlukan dalam melakukan pemantauan serta pelaporan apabila ditemukan titik api.
Dorong Pembentukan Perusahaan Peduli Api Terpadu
Dalam kegiatan tersebut juga muncul usulan pembentukan Perusahaan Peduli Api (PPA) terpadu yang melibatkan unsur perusahaan, masyarakat dan pemerintah.
Usulan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pencegahan serta penanganan Karhutla secara terpadu.
Tim penyuluh juga menekankan pentingnya peran karyawan dalam mencegah Karhutla. Karyawan diminta segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayah kerja.
Selain itu, karyawan diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Kegiatan penyuluhan berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB dan berjalan aman serta lancar. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI bersama pendamping dari Kodim 0405/Lahat kembali menuju tempat kedudukan.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0405/Lahat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, Polri, perusahaan, Manggala Agni dan masyarakat dalam melakukan pencegahan, deteksi dini serta penanganan Karhutla, khususnya menghadapi potensi peningkatan kebakaran selama musim kemarau.@R.08



















