Kamis, 29 Oktober 2026

Gubernur Sulsel Jenguk Keluarga Petugas KPH yang Gugur Saat Tangani Karhutla, Biaya Pendidikan Anak Ditanggung

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on skype

TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN | Wartaharian.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menyambangi rumah duka almarhum Padayya Mangampang, petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang 2 yang gugur saat menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (29/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga menyatakan komitmennya untuk menanggung biaya pendidikan anak almarhum di luar santunan yang diterima keluarga.

Andi Sudirman tiba di rumah duka yang berada di wilayah Rante Karassik sekitar pukul 18.00 Wita, setelah melakukan perjalanan dari wilayah Luwu Raya. Kedatangannya disambut Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Turut hadir Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat dan Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Inf Armal.

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat keluarga berusaha tegar menerima kepergian Padayya, yang meninggal dunia ketika menjalankan tugas di lapangan.

Gubernur Minta Dugaan Pelanggaran Karhutla Ditindak Tegas

Baca Juga:  Personil Koramil 1414-05/Sanggalangi Gotong Royong bersama Masyarakat Membangun Jembatan Beton Dusun Karangan

Di sela-sela kunjungan, Andi Sudirman meminta agar dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut dilaporkan kepada aparat berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus disertai penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan.

“Jadi, ini juga arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar ditindak tegas. Untuk petugas KPH Tana Toraja dan KPH Toraja Utara, laporkan ke aparat, termasuk ke kementerian. Saya pasti akan awasi dan kontrol,” ujar Andi Sudirman.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan dan penindakan terhadap dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan karhutla agar kejadian serupa dapat dicegah.

Keselamatan Petugas Jadi Perhatian

Selain menyoroti penanganan karhutla, Gubernur Sulsel juga meminta agar ketersediaan alat pelindung diri (APD), sarana, dan prasarana bagi petugas di lapangan menjadi perhatian serius.

Menurutnya, petugas KPH, Manggala Agni, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta personel pemadam kebakaran harus didukung perlengkapan kerja yang memadai untuk meminimalkan risiko saat menjalankan tugas.

Baca Juga:  Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung Hingga Melahirkan

“Ke depan, saya minta alat, sarana, dan lainnya dilengkapi. Catat dan sampaikan kepada saya,” katanya saat berbincang dengan salah seorang petugas KPH Saddang 2.

Perhatian terhadap kelengkapan peralatan tersebut dinilai penting, mengingat petugas penanganan karhutla kerap menghadapi kondisi lapangan yang berbahaya, terutama saat bekerja pada malam hari dan di kawasan hutan dengan medan yang sulit.

Biaya Pendidikan Anak Almarhum Ditanggung

Di tengah suasana duka, Andi Sudirman juga menyampaikan komitmennya untuk membantu menjamin keberlanjutan pendidikan anak Padayya.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan oleh petugas yang gugur ketika menjalankan tanggung jawabnya.

“Saya sudah bilang tadi, di luar santunan, biaya sekolah anak almarhum akan kami tanggung,” jelasnya.

Komitmen itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kepastian bagi keberlangsungan pendidikan anak almarhum.

Setelah menyampaikan belasungkawa, berbincang dengan keluarga, serta memberikan arahan kepada petugas terkait keselamatan kerja dan penanganan karhutla, Gubernur Sulsel bersama rombongan melanjutkan perjalanan.

Baca Juga:  Judi Tembak Ikan Bermerek GBM 99 Disebut Kebal Hukum 

Kronologi Padayya Tertimpa Pohon

Sebelumnya, Padayya Mangampang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat bertugas menangani karhutla di wilayah Nanna, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, saat kejadian Padayya bersama sejumlah petugas lainnya sedang beristirahat. Tiba-tiba, terdengar suara keras yang diduga berasal dari pohon tumbang.

Para petugas bergegas menyelamatkan diri. Namun, Padayya tidak terlihat bersama rekan-rekannya sehingga menimbulkan kepanikan dan mendorong mereka melakukan pencarian.

Dalam kondisi malam yang gelap dengan penerangan seadanya, rekan-rekan Padayya menyisir lokasi untuk menemukan keberadaannya. Korban akhirnya ditemukan tergeletak di dekat pohon yang tumbang.

Padayya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Elim Rantepao untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kepergian Padayya menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas dalam penanganan karhutla. Selain upaya pencegahan dan pemadaman, perlindungan keselamatan personel serta pemenuhan perlengkapan kerja yang memadai perlu menjadi prioritas agar pengabdian serupa tidak kembali berujung kehilangan nyawa.

(Amos)

BERITA TERKINI